JAKARTA, DAILYKOTA – Kementerian Agama telah meluncurkan 90 Buku Teks Utama (BTU) PAI dan Bahasa Arab pada 04/08/2026 sebagai standar pembelajaran nasional untuk madrasah. Inisiatif ini merupakan hasil seleksi ketat dari 968 pendaftar penulis dan dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam melalui materi yang terstandarisasi dan mudah diakses secara digital.
Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab mencakup 58 judul untuk MI, MTs, dan MA, serta 32 judul untuk MAN Program Keagamaan. Materi pembelajaran meliputi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. Seluruh buku disediakan dalam format digital yang dapat diunduh gratis melalui situs Kementerian Agama untuk memudahkan akses siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Proses penyusunan Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab melibatkan mekanisme seleksi penulis, review akademik, evaluasi penilai, dan pengawasan supervisor yang ketat. Setiap buku harus memenuhi standar mutu yang mencakup standar materi, penyajian, grafika, dan desain. Keterlibatan Pusat Penilaian Buku Agama Lektur dan Literasi Keagamaan (PBAL2K) memastikan kualitas setiap judul Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab sebelum diterbitkan.
“Kita sudah siapkan 90 buku mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Semua bisa diunduh melalui website Kementerian Agama secara gratis,” kata Amien Suyitno, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI.
Nyayu Khodijah, Direktur KSKK Madrasah, menekankan pentingnya standar kualitas. “Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab harus benar-benar berkualitas dan memenuhi standar mutu buku pendidikan, mulai dari standar materi, standar penyajian, standar grafika, dan juga standar desain,” ujarnya.
Standardisasi melalui Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab diharapkan menyatukan materi ajar di seluruh madrasah sehingga kualitas pembelajaran lebih seragam dan sesuai kurikulum nasional. Pengembangan literasi digital melalui format buku yang fleksibel memungkinkan guru dan siswa mengakses materi kapan saja. Integrasi nilai-nilai moderasi, toleransi, dan keterampilan sosial dalam setiap halaman Buku Teks Utama PAI dan Bahasa Arab juga mendukung pembentukan karakter siswa yang inklusif.
“BTU ini adalah dokumen hidup yang dinamis, fleksibel, memungkinkan disempurnakan sesuai tuntutan zaman, terbuka untuk diberi saran dan kritik,” tambah Nyayu Khodijah. Langkah ini sejalan dengan amanat UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan dan KMA No. 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum RA, MI, MTs, MA, MAK yang menekankan pentingnya bahan ajar berkualitas dalam dunia pendidikan.*/hn