dailykota.com PALU – Direktur Perkumpulan Lingkar Belajar untuk Perempuan (LIBU Perempuan) Sulawesi Tengah, Dewi Rana Amir, menegaskan pentingnya selektivitas tim seleksi (Timsel) dalam menentukan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulteng periode 2025–2028. Terutama menjelang tahapan uji kelayakan dan kepatutan di DPRD Sulteng.
Dalam pernyataannya, Sabtu, 10 Mei 2025, Dewi menyampaikan bahwa LIBU Perempuan mendukung penuh keterwakilan perempuan dalam komisioner KPID. Ia menilai, hadirnya narasi yang berpihak pada kesetaraan gender di ruang penyiaran sangat di butuhkan. Mengingat perempuan kerap termarginalkan dalam struktur sosial.
“Perempuan penting hadir dalam pengambilan keputusan, apalagi di sektor informasi publik, karena mereka membawa perspektif yang sering kali tidak terdengar,” ujar Dewi.
Lebih jauh, Dewi menekankan bahwa kehadiran perempuan di lembaga penyiaran bukan sekadar representasi fisik. Mereka di harapkan mampu membawa narasi inklusif dan memperjuangkan kepentingan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak.
LIBU Perempuan, kata Dewi, secara khusus memberikan dukungan kepada salah satu kandidat perempuan, Mita Meinansi, yang di nilai memiliki rekam jejak kuat sebagai jurnalis televisi dan aktif dalam gerakan perempuan.
“Kami percaya Mita akan membawa nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan kebutuhan dunia penyiaran yang lebih adil dan berpihak,” tegasnya.
Terkait proses seleksi, Ketua Timsel KPID Sulteng, M Affan, mengungkapkan bahwa tahapan wawancara akan berlangsung pada 19–20 Mei 2025. Ia berharap seluruh peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tahap akhir seleksi tersebut. **