dailykota.com – Banjir melanda , Kecamatan Petasia, , setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak 19 Maret 2025.

Akibatnya, Sungai La’a meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air yang awalnya mencapai 40 cm. Hingga laporan terbaru pada Minggu, 23 Maret 2025 pukul 13.15 WITA, ketinggian air telah meningkat menjadi sekitar 80 cm.

Bencana ini pertama kali terjadi pada Kamis, 20 Maret 2025, pukul 02.00 WITA. yang berlangsung selama berjam-jam menyebabkan debit air sungai meningkat, hingga akhirnya meluap ke pemukiman warga.

Delapan rumah di laporkan terdampak, sementara puluhan warga, termasuk lansia dan anak-anak, harus menghadapi kondisi sulit akibat banjir yang semakin meluas.

Menurut laporan dari BPBD Utara dan aparat Desa Onepute, banjir ini telah berdampak pada, 8 rumah warga terendam, 20 lansia terdampak, 45 anak-anak terdampak, dan 8 terdampak.

Meski tidak ada laporan korban jiwa atau warga yang mengungsi, kondisi banjir yang terus memburuk menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama tim terkait telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat, di antaranya melakukan assessment di lokasi kejadian. Berkoordinasi dengan BPBD Utara dan aparat desa. Dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak.

Adapun kebutuhan yang saat ini sangat di perlukan antara lain obat-obatan dan perlengkapan bayi. Guna memastikan warga tetap terjaga di tengah kondisi banjir.

Meskipun hujan sudah reda, ketinggian air terus meningkat, sehingga masyarakat di minta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

BPBD juga telah mengajukan laporan kepada , Kementerian Sosial. Serta pemerintah daerah untuk segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, mengimbau seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah darurat guna mencegah dampak yang lebih besar. Dengan situasi yang masih berkembang, di harapkan seluruh pihak bersinergi dalam upaya penanggulangan bencana ini.