, DAILYKOTA – PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan bahwa 3 Oktober 2026 di seluruh Indonesia tidak mengalami perubahan. Harga BBM , yaitu Pertalite dan Biosolar, dipastikan stabil dan tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia.

Penyesuaian terakhir harga BBM telah dilakukan pada 2 September 2026, dan sejak saat itu hingga 3 Oktober 2026, tidak ada kebijakan penyesuaian harga baru. Hal ini juga berlaku untuk harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Dex.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi. “Harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak naik meskipun harga minyak dunia tembus USD107 per barel,” kata Yuliot.

Berikut adalah rincian harga BBM yang berlaku per 3 Oktober 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia:

  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Biosolar: Rp6.800/liter
  • Pertamax: Rp15.950/liter
  • Pertamax Green 95: Rp19.150/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.600/liter
  • Dexlite: Rp23.700/liter
  • Pertamina Dex: Rp25.200/liter

Variasi harga BBM masih tetap ada di beberapa provinsi seperti , Batam (FTZ), dan , mengikuti kebijakan dan kondisi regional yang berlaku. Namun, secara umum, stabilitas harga BBM 3 Oktober 2026 ini memberikan kepastian bagi masyarakat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengkonfirmasi stabilitas harga tersebut. “Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ujar Kitty.

Kepastian ini diharapkan dapat membantu perencanaan masyarakat dan , mengingat peran penting harga energi dalam perekonomian nasional. Pemerintah terus memantau dinamika harga minyak dunia untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan BBM.