dailykota.com PALU — Persoalan air bersih PDAM, kerusakan jalan, drainase, hingga penguatan UMKM mendominasi dialog warga dalam reses Anggota DPRD Kota Palu Muchsin Ali di Jalan Samudra II Lorong 3, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Jumat, 6 Februari 2026.
Dalam reses caturwulan I masa persidangan 2026 itu, warga menyampaikan keluhan yang mereka rasakan langsung dalam aktivitas sehari-hari. Masalah distribusi air PDAM Donggala menjadi sorotan utama. Warga mengaku tetap di bebani biaya langganan, meski air kerap tidak mengalir ke rumah mereka.
Selain air bersih, warga juga menyoroti kondisi jalan lingkungan yang rusak, drainase yang dangkal dan sering meluap saat hujan, serta minimnya penerangan jalan di sejumlah titik. Kondisi tersebut di nilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga, terutama saat musim hujan dan malam hari.
Tak hanya persoalan infrastruktur, warga Kelurahan Lere juga meminta perhatian terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku usaha kecil berharap mendapat bantuan permodalan, peralatan usaha, dan pembinaan UMKM agar usaha mereka bisa berkembang.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muchsin Ali menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh keluhan warga. Ia menyampaikan akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi riil sekaligus berkoordinasi dengan dinas terkait.
“Saya akan cek langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait agar setiap persoalan bisa di carikan solusi yang tepat,” tegas Muchsin Ali di hadapan warga.
Ia menjelaskan, persoalan jalan dan drainase akan di koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, sementara masalah air bersih akan di bahas bersama pihak PDAM dan instansi teknis lainnya. Untuk bantuan UMKM, Muchsin Ali mendorong agar pengusulan di lakukan sesuai mekanisme agar bantuan tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan.
“Terkait persoalan air PDAM, warga bisa menyurat ke DPRD Kota Palu, warga mana saja yang menggunakan air PDAM tetapi airnya tidak lancar atau bahkan tidak mengalir sama sekali. Sehingga kami dapat melakukan pemanggilan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama, atas dasar surat tersebut,” tutur Muchsin Ali.
Muchsin Ali juga menekankan bahwa seluruh usulan warga akan di bawa ke pembahasan anggaran DPRD dan di realisasikan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Melalui reses ini, Muchsin Ali berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjaga, sehingga kebijakan dan program pembangunan yang lahir benar-benar berangkat dari kebutuhan riil warga di lapangan.
Sejumlah ruas jalan dan drainase di Kelurahan Lere, khususnya di wilayah Samudra, Tanda Rante, dan Kalapa Gading, telah masuk dalam rencana penanganan tahun 2026.
Kegiatan reses tersebut juga di hadiri jajaran Sekretariat DPRD Kota Palu Nawab Kursaid, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta tokoh masyarakat setempat. hn