dailykota.com PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengunjungi rumah duka Kadar Wiratno (51), warga Jalan Basuki Rahmat yang jadi korban tewas di terkam buaya di perairan Teluk Palu, Kamis pagi, 27 Maret 2025 pagi.
Dalam unggahan di Instagram @hadiantorasyid, ia menyampaikan belasungkawa dan berjanji mengambil langkah konkret untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palu akan membangun menara pengawas di kawasan pantai yang sering di gunakan warga, seperti Kampung Nelayan.
Selain itu, speed boat dan jet ski akan di siagakan untuk patroli rutin. Sementara jaring pengaman akan di pasang guna mencegah buaya memasuki area pantai.
“Buaya merupakan satwa yang di lindungi, tapi kita juga harus melindungi keselamatan warga. Pemkot Palu akan berkoordinasi dengan @bksda_sulteng untuk mencari solusi terbaik terkait populasi buaya di Teluk Palu yang semakin mengancam,” tulis Hadianto di akun Instagramnya.
Unggahan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warga. Beberapa mendukung pengendalian populasi buaya demi keselamatan masyarakat, sementara yang lain mengusulkan solusi seperti pembangunan kebun binatang untuk menampung satwa liar berbahaya.
Kadar Wiratno tewas setelah di serang buaya saat berenang di Teluk Palu sekitar pukul 06.30 WITA. Buaya muara itu menyeret tubuhnya ke tengah laut, membuat warga sekitar panik. Seorang saksi bernama Ana segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang pada pukul 07.15 WITA.
Tim SAR gabungan yang diterjunkan ke lokasi menemukan korban menggunakan drone thermal. Pada pukul 08.40 WITA, tim berhasil melepaskan jasad Kadar dari cengkeraman buaya setelah mengambil tindakan darurat. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi warga yang beraktivitas di perairan Teluk Palu. Pemerintah mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera melapor jika melihat keberadaan buaya di sekitar pemukiman. hn/*