dailykota.com MOROWALI UTARA — Rangkaian pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) “Sintuwu Maroso” di Desa Tompira resmi ditutup dengan kegiatan simulasi dan uji SOP penanggulangan bencana, Kamis, 6 November 2025. Penutupan ini menandai selesainya pelatihan intensif tiga hari bagi relawan dan masyarakat.
Simulasi penanganan banjir dan evakuasi korban menjadi puncak kegiatan. Relawan KSB diuji dalam pengoperasian SOP, koordinasi lapangan, dan pemanfaatan sumber daya lokal saat keadaan darurat.
Kegiatan penutupan dihadiri pejabat Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Dinas Sosial Morowali Utara, aparat TNI/Polri, Tagana, OPD terkait, para kepala desa, serta ratusan warga.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, pemerintah juga menyalurkan bantuan logistik untuk 100 keluarga terdampak risiko bencana. Penyerahan dilakukan pada 10 November 2025 sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat.
Simulasi menjadi tahapan kunci untuk memastikan relawan memahami prosedur penanganan bencana secara tepat dan terukur. Melalui latihan ini, KSB diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi di Petasia Timur dan sekitarnya.
Para pejabat Kemensos menekankan pentingnya keberlanjutan pembinaan relawan KSB. KSB “Sintuwu Maroso” diharapkan menjadi model kesiapsiagaan masyarakat sekaligus contoh pelaksanaan mitigasi berbasis komunitas di Morowali Utara.