dailykota.com – Sore tadi pemandangan berbeda tersaji di markas Persipal. Puluhan calon bintang lapangan bergerak lincah, mengisi setiap jengkal lapangan rumput yang biasanya hanya di injak oleh tim utama.

Sedikitnya 14 jagoan cilik berusia 10 hingga 11 tahun berkumpul membentuk lingkaran di tengah lapangan. Dengan seragam hijau tua, wajah mereka bersinar penuh semangat. Matahari siang yang nakal dan terik tak mempan menggoyahkan keceriaan mereka.

Di bawah komando pelatih yang ramah, para bocah ini melahap habis semua latihan dasar. Mulai dari operan pendek, menggiring bola (dribble), sampai latihan fisik, semuanya di jalani dengan tawa riang dan penuh kegembiraan.

Mereka adalah anak-anak yang tergabung dalam sekolah sepakbola (SSB) dari wilayah terdekat (lingkar ) PT Citra Palu Mineral (). Mereka sedang seru-seruan mengikuti yang di dukung penuh oleh PT CPM. Coaching clinic Ini seperti sekolah kilat sepak bola  di mana mereka bisa menambah ilmu, pengalaman dan membuat jurus-jurus dasar bermain bola bekal menjadi pesepakbola profesional.

Fajri Syahdan Naufal bocah 11 tahun yang duduk di kela  IV SD 1 Palu, mengaku mengikuti coaching clinic ini adalah pengalaman pertamanya. Menggunakan kostum dan sepatu bola, berlari – lari di atas lapangan adalah pengalaman yang baru sekali di rasakannya ‘’Itu tadi ada wasitnya, ada minumannya di pinggir lapangan, saya rasa kayak pertandingan. Saya kayak Lamine Yamal,” katanya dengan mimik serius.

Lamine Yamal yang diidolakannya adalah penyerang sayap asal FC Barcelona yang menjadikan lini serang tim asal Katalan sangat tajam dan ditakuti. Rekan Fajri yang lain, mengaku ini adalah kali pertama ia merasakan atmosfer sesungguhnya di lapangan besar. Lengkap dengan perangkat pertandingan yang persis seperti yang sering mereka tonton di televisi.

“Ikut ke sini, dapat apa saja?” tanya seorang pewarta. Seperti tak ingin kehilangan kesempatan, salah seorang bocah dari Tondo segera menyambar, matanya berbinar. “Dapat kostum! Dapat sepatu!” serunya lantang. Kemudian, dengan senyum lebar, ia menambahkan, “Nanti kalau ada lagi, saya pasti mau datang lagi!” sambil dengan riang mengacungkan jari peace ke arah wartawan.

Dari atas tribun penonton, Aminullah salah satu orang tua mengaku menyempatkan diri untuk menyaksikan anaknya berlaga. Sekalipun hanya latihan singkat namun ia mengaku antusias menyaksikan putra bungsu mengasah skil sepak bolanya. Ia berharap coaching clinic yang yang di lakukan oleh PT CPM dapat di contoh perusahaan lain. ‘’Ini bagus di contoh perusahaan lain,” katanya singkat. Bahkan, penggemar Marco Van Basten ini, berharap PT CPM terus melanjutkan coaching clinic untuk mengasah talenta sepak bola di .

Dukungan PT CPM untuk Pembinaan dan Prestasi

Kepala Teknik Tambang PT CPM, Yan Adriansyah, menegaskan  sama dengan Persipal bertujuan ganda. Pertama, mencari bibit muda unggul dan menjaga keberlangsungan tim ke depan. “Kita bekerja sama dengan Persipal untuk mencari bibit muda dan menjaga keberlangsungan Persipal ke depan,” jelas Yan di sela-sela coaching clinic, Sabtu 6 Desember 2025.

Ia menambahkan komitmen perusahaan terhadap sepak bola, sebagai olahraga paling populer, sudah terjalin sejak tahun lalu, di mana PT CPM menjadi sponsor utama bagi tim yang berlaga di Liga 2 tersebut.

“Kita komitmen berkontribusi untuk olahraga, salah satu olahraga paling populer ya sepak bola ini,” ujarnya. Ia melanjutkan, ini lebih dari sekadar mendukung klub profesional, PT CPM yang merupakan anak usaha BRMS juga sangat fokus pada peningkatan fasilitas Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Palu, khususnya di wilayah operasional lingkar tambang.

Persipal Membidik Talenta Lokal

Manajer Persipal, Jelly Rompas, menyambut hangat dukungan penuh dari PT CPM. Ia mengakui perusahaan tersebut telah menjadi sponsor utama bagi Laskar Tadulako. Manajemen Persipal pun memanfaatkan kegiatan coaching clinic ini untuk membidik dan menyeleksi calon pesepak bola berbakat dari SSB peserta. Terpantau, sepanjang sore ia duduk di bench menyemangati para bocah yang seolah tak kehabisan energi.

Jelly Rompas menekankan, kegiatan ini sejalan dengan arahan pimpinan klub: “Sesuai arahan Ketua Umum Persipal, pemain Persipal harus 70 persen anak . Itu tujuan utama coaching clinic ini, mencari bakat pemain muda. Ternyata, anak-anak dari dan itu bagus-bagus. Jika di nilai cocok, kami siap merekrut mereka,” ungkapnya antusias.

Saat di singgung mengenai kondisi tim saat ini, Jelly Rompas bersikap realistis. Ia mengakui bahwa Persipal sedang dalam situasi yang tidak ideal dan berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi Liga 2 Pegadaian Championship. ***