dailykota.com PALU — Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Sulteng) menegaskan fokus pembangunan lima tahun ke depan di arahkan pada penguatan SDM sebagai kunci keberhasilan dan industrialisasi daerah. Hal tersebut mengemuka pada Diskusi Kajian Jangka Pendek Lemhannas RI yang di gelar di Grand Sya. Kamis, 27 November 2025.

Gubernur Sulteng di wakili Sekretaris Daerah Provinsi, Novalina, yang hadir sebagai pembicara utama. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa tengah memasuki fase strategis peningkatan daya saing SDM untuk mendukung pertumbuhan industri, hilirisasi sumber daya alam, serta layanan publik berbasis teknologi.

Menurut Sekda, era digital menuntut birokrasi untuk menjadi role model transformasi cepat, adaptif, berbasis data, transparan, dan mampu memberikan layanan publik digital yang mudah diakses. Hal inilah yang menjadi dasar penerapan 9 dalam RPJMD Sulawesi Tengah 2025–2029 dengan visi: Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan.”

Salah satu besar yang tengah di persiapkan pemerintah daerah yaitu pembentukan Corporate University Sulawesi Tengah. Sebagai pusat pengembangan kapasitas aparatur dan ruang pembelajaran multipihak yang melibatkan kampus, industri, komunitas profesional, dan lembaga nasional.

Model ini di harapkan melahirkan adaptif dan inovatif yang mampu menjadi penggerak perubahan layanan publik sekaligus mendukung kompetensi masyarakat di dunia .

Kegiatan di hadiri Plt. Deputi Pengkajian Strategis Lemhannas RI Mayjen (Mar) Ipung Purwadi, Wakapolda Sulteng, anggota DPRD, Forkopimda, akademisi, OPD, serta para pemangku kepentingan pengembangan SDM.

Sekda menutup sambutannya dengan harapan agar Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah prioritas dalam dukungan pengembangan SDM nasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi masyarakat hanya dapat berjalan bila pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat bergerak bersama.