dailykota.com PALEMBANG — Sebanyak 123 petani sawit swadaya dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan mengikuti Pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Batch II. Kegiatan ini di selenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute), bertempat di Hotel Beston Palembang dan akan berlangsung hingga 9 Juli mendatang.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman petani terkait praktik budidaya sawit yang berkelanjutan. Kegiatan di kemas secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan, agar peserta lebih mudah menyerap materi.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, secara resmi membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Mutu Institute atas inisiatif yang mendukung tata kelola sawit berkelanjutan.
“Sumsel saat ini menempati peringkat ketiga perkebunan sawit terbesar di Sumatera dan kelima secara nasional. Potensi ini harus di kelola secara optimal agar mampu menembus pasar ekspor,” ujar Agus.
Materi pelatihan di fokuskan pada prinsip-prinsip ISPO, penguatan kelembagaan petani, penerapan praktik agronomi yang baik, serta pengelolaan lingkungan. Para narasumber berasal dari kalangan profesional yang berpengalaman di bidang sertifikasi dan pemberdayaan petani sawit.
Direktur Mutu Institute, Wahyu Riyadi, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian target nasional sertifikasi ISPO.
“ISPO bukan hanya kewajiban, tapi juga peluang besar bagi petani untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Ini adalah peluang emas dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, untuk meningkatkan kualitas kelapa sawit Indonesia agar diakui dunia,” tegas Wahyu.
Tak hanya belajar di kelas, peserta juga di jadwalkan mengikuti praktik lapangan pada hari keempat. Mereka akan meninjau langsung penerapan prinsip ISPO di kebun rakyat, berdiskusi dengan pengurus koperasi, serta mempelajari praktik terbaik yang bisa di terapkan di kebun masing-masing.
Antusiasme peserta sudah terlihat sejak hari pertama. Para petani menunjukkan minat tinggi karena materi di sampaikan secara sederhana, aplikatif, dan relevan dengan kondisi di lapangan.
Pelatihan ISPO Batch II ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendorong sertifikasi sawit rakyat, memperkuat daya saing global, serta mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. *