dailykota.com – Dalam lanjutan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Astacita, Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyoroti sejumlah program unggulan pemerintah pusat yang mulai berjalan di daerah, terutama Makan Bergizi Gratis (), Sekolah Rakyat, serta Pemeriksaan .

Gubernur menjelaskan bahwa yang memiliki alokasi anggaran terbesar dalam sejarah Indonesia mendorong lonjakan permintaan pangan lokal seperti ayam, telur, dan sayuran.

Namun produksi belum mampu memenuhi kebutuhan sehingga sebagian pasokan masih di suplai dari luar daerah. Ia meminta daerah berkolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.

Pada sektor pendidikan, Gubernur memaparkan tren positif perkembangan Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di , , dan tingkat provinsi. Sekolah Rakyat berkapasitas 1.000 siswa segera di bangun untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Di sektor kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan Gratis mendapat apresiasi karena mampu menekan biaya layanan melalui deteksi dini penyakit. Sementara Koperasi Desa Merah Putih masih terkendala lahan di beberapa kabupaten.
Gubernur menegaskan perlunya kolaborasi lintas daerah agar program nasional berjalan konsisten.

“Tidak ada persoalan besar yang bisa di selesaikan tanpa kerja sama. Semua kepala daerah harus bersinergi menyukseskan Astacita pada 2026,” ujarnya. Senin, 17 November 2025.

Rakor ini diharapkan menjadi acuan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah pembangunan tahun 2026 agar Sulawesi Tengah berada di barisan terdepan dalam implementasi program nasional. */hn