dailykota.com JAKARTA – Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta membagikan strategi suksesnya kepada Komisi II DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), setelah berhasil meningkatkan nilai aset daerah dari Rp30 miliar menjadi Rp400 miliar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor UPT JAMC BPAD DKI Jakarta, Laila, Kasi Tata Usaha, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pemisahan kelembagaan BPAD dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sejak tahun 2017.
“Pemisahan di lakukan agar pengelolaan aset lebih fokus dan efisien. Ada 13 urusan yang harus di tangani, mulai dari perencanaan, pendataan, hingga penataan administrasi,” jelasnya. Kamis, 9 Oktober 2025.
Menurut Laila, BPAD DKI Jakarta juga memperkuat kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengoptimalkan aset yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu hasilnya, aset-aset tidak produktif kini di manfaatkan untuk kegiatan komersial maupun sosial yang memberi dampak ekonomi.
Ia menambahkan, pengelolaan aset bukan hanya soal peningkatan PAD, tetapi juga harus memberi nilai guna dan manfaat publik. “Banyak aset yang sebelumnya terbengkalai kini bernilai karena di kelola dengan pendekatan bisnis dan pelayanan masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan koordinasi ini, DPRD Sulteng berharap dapat menerapkan praktik serupa untuk meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi aset milik daerah. Sekaligus memperkuat fondasi keuangan daerah demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. *