dailykota.com Inkubator Bisnis Pabeta kembali mencatat kemajuan signifikan. Sebanyak 25 pelaku resmi memasuki tahap pendampingan intensif setelah melalui proses dan pembinaan yang berlangsung beberapa bulan terakhir.

Tahapan ini di umumkan dalam kegiatan Business Matching yang di buka Sekretaris Daerah , , mewakili Gubernur. Program pendampingan meliputi peningkatan kapasitas usaha, termasuk public speaking, analisis bisnis, serta penyusunan rencana bisnis yang lebih profesional.

“Pelaku UMKM wajib memiliki kemampuan komunikasi dan gambaran usaha yang jelas agar mitra percaya dan yakin dengan keberlanjutan bisnis mereka,” ujar Novalina.

Ia menambahkan bahwa beberapa UMKM telah menarik perhatian calon mitra dari , dan kini tengah di jajaki sama untuk memperluas distribusi produk.

Pemerintah optimistis, jika ekosistem pembinaan berjalan konsisten, produk UMKM Sulteng dapat mengikuti jejak komoditas unggulan daerah, termasuk keberhasilan ekspor durian ke Tiongkok.

Business Matching ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk mempresentasikan produk secara langsung kepada mitra usaha dan pemangku kepentingan yang hadir.

Acara di hadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sisliandi Ponulele, perwakilan perangkat daerah, mitra bisnis, dan lembaga pendukung UMKM.