dailykota.com PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid kembali absen dalam agenda penting Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang membahas implementasi program strategis Asta Cita Presiden Prabowo. Ketidakhadiran ini kembali memancing sorotan publik karena bukan kali pertama ia tidak hadir dalam forum formal yang dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
Dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Prioritas melalui Asta Cita Presiden serta penandatanganan MoU “Sulteng Satu Data Pertahanan” yang digelar Senin, 17 November 2025 di Hotel Esterella, Kabupaten Banggai, Wali Kota Palu terpantau hanya diwakili Wakil Wali Kota bersama pejabat OPD.
Padahal agenda ini menjadi forum strategis untuk membahas percepatan realisasi 8 misi besar Asta Cita, mulai dari pemantapan ideologi Pancasila, swasembada pangan, lapangan kerja berkualitas, pembangunan infrastruktur desa, hingga pemerintahan bersih dan berbasis data.
Ketidakhadiran ini semakin menjadi catatan publik mengingat forum tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur, Kapolda, Kajati, Kasdam, Kabinda, serta bupati se-Sulawesi Tengah. Warganet turut mengkritisi sikap Wali Kota Palu yang dinilai kurang patuh pada garis kebijakan pusat yang merujuk pada komitmen menjalankan program prioritas Presiden melalui Asta Cita.
Sumber menyebutkan kehadiran para kepala daerah sudah diminta dikonfirmasi jauh hari. Namun, hingga rakor berlangsung, Hadianto tidak hadir dan hanya mengutus Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidn. Sikap ini dipandang mengurangi semangat kolaborasi lintas daerah yang menjadi esensi pelaksanaan Asta Cita sebagai agenda nasional yang diturunkan secara terukur melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah. ***