dailykota.com PALU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali mencatat capaian penting di sektor kebudayaan. Kamis, 4 Desember 2025. Dalam audiensi di Kantor Gubernur, tim Kementerian Kebudayaan menyerahkan berkas penetapan sepuluh Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dan Cagar Budaya Bokeknya yang merupakan bagian dari situs megalitik Lore Lindu.
Agenda penyerahan penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Desember 2025.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyambut langkah tersebut sebagai bukti semakin besarnya perhatian pusat terhadap kekayaan budaya Sulteng. Ia menilai pencapaian itu menjadi penguat kesiapan Lore Lindu dalam menuju status warisan dunia UNESCO.
“Kawasan ini luar biasa. Tinggalannya bukan hanya bernilai sejarah, tetapi aset pembangunan yang harus memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memastikan pengelolaan warisan budaya tidak berhenti pada penetapan, tetapi menjadi pintu pembuka kesejahteraan masyarakat melalui wisata budaya, ekonomi kreatif, dan riset ilmiah.
Gubernur juga menyatakan bahwa penandatanganan MoU antara Pemprov Sulteng dan Kementerian Kebudayaan menjadi dasar kuat untuk melangkah lebih jauh. Ia menginginkan Lore Lindu berkembang sebagai destinasi internasional yang berkontribusi pada kemajuan daerah.
“Kita harus bergerak cepat memanfaatkan peluang ini. Apa yang kita miliki bukan hanya milik kita, tetapi warisan untuk dunia,” tegasnya.
Audiensi ditutup dengan sesi foto bersama dan optimisme bahwa penguatan warisan budaya akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Sulawesi Tengah.