dailykota.com – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi bersama (BPS) bersepakat memperkuat kolaborasi dalam membangun Sistem Deteksi Dini (Early Warning System) . Langkah strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Kominfosantik. Jumat, 10 Oktober 2025.

Pertemuan tersebut di pimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas , Wahyu Agus Pratama, dan di hadiri Plt Kepala , Imron Taufik J. Musa, bersama jajaran fungsional ahli madya serta statistisi ahli madya. Dari pihak Diskominfosantik, hadir pula Plt Kabid Statistik Echmond serta tim teknis dari bidang Aplikasi Informatika ().

Dalam rapat itu, Wahyu menegaskan pentingnya sinergi antara Diskominfosantik dan untuk memperkuat sistem data statistik daerah yang terintegrasi, akurat, dan responsif.

“Kolaborasi ini bukan hanya soal pengumpulan data, tapi bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya untuk mendukung kebijakan pengendalian inflasi daerah secara tepat sasaran,” tegas Wahyu.

Ia menjelaskan, sistem deteksi dini inflasi tersebut akan menjadi acuan utama bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menyusun kebijakan strategis berbasis data.

“Kami ingin menciptakan ekosistem data yang kuat dan mampu memberikan sinyal cepat terhadap dinamika harga di . Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil langkah antisipatif sebelum inflasi melonjak,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPS Sulteng, Imron Taufik J. Musa, menyambut baik inisiatif Diskominfosantik. Ia menegaskan kesiapan BPS untuk memberikan asistensi teknis dan memastikan sistem tersebut selaras dengan standar statistik nasional.

“BPS akan terus mendukung penguatan data sektoral di daerah. Data yang valid dan terintegrasi menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat,” ungkap Imron.

Rapat ini menandai langkah awal kerja sama konkret antara Diskominfosantik dan BPS Sulteng dalam membangun tata kelola data yang transparan, terukur. Dan bermanfaat langsung bagi pengendalian inflasi serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. *